EDENSOR

6 07 2009

edensor Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahaya yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong -ini pendapat Einstein- maka pengalaman yang sama dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.”

Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturan molekul uranium: meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan.”

Aku ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angin, dan menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!”


Ya, kutipan dari sebuah novel yang sangat aku suka!. Banyak sekali alasan yang membuatku menyukainya. Selain bahasanya yang memang indah sekali, cara penulis yang menyampaikan kata demi kata pun membuat aku jatuh cinta (???) pada karyanya yang satu ini. Acungan jempol untuk penulis hebat “Andrea Hirata” !


Tindakan

Information

Satu tanggapan

28 07 2009
hendryfikri

aslm.
iya, bu buku ke-3 dari laskar pelangi ini mang bagus.
setelah baca buku ini jadi termotivasi kuliah lagi.
saya salut sama tokoh arai. mudah-mudahan difilmkan juga.

tapi, saya agak kecewa dengan buku keempatnya. Maryamah karpov. (just my opinion sih…. )
terlalu banyak khayalan dan gak masuk akal.
salam

Tinggalkan komentar